Apa kabar Bro Sist, semoga selalu baik. Well ngomongin soal menjadi seorang penyiar radio pasti ada suatu alasan yang mendasar yaitu sebuah pekerjaan. maupun hanya sekedar penyalur passion dan hobi. Namun akhir-akhir ini ada fenomena penyiar radio memilih resign dari pekerjaannyaa namun banyak juga yang masih tetap bertahan. Berikut ini adalah alasan-alasan orang memilih berhenti menjadi penyiar radio dan alasan untuk tetap bertahan.
Alasan berhenti menjadi seorang penyiar radio.
1. Pendapatan
Memang kebutuhan saat ini sangatlah banyak sehingga orang kadang menginginkan sesuatu yang lebih dari yang diharapkan, mungkin jika status masih jomblo atau dibilang lajang bolehlah dikatakan cukup untuk sekedar jajan biasa atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaji seorang penyiar radio memang menggunakan hitungan perjam, dan jika dihitung satu bulan boleh dikatakan standar UMR. Namun semakin tingginya kebutuhan saat ini yang semakin besar membuat seorang penyiar radio mengincar pekerjaan tertentu, jika lagi pekerjaan tersebut bisa lebih besar dua kali lipat dari gajinya sebagai penyiar. Jika pekerjaan penyiar menjadi pekerjaan utama tentu akan terasa berat jika tidak memiliki pekerjaan sampingan dan memiliki banyak tanggungan seperti keluarga. So dari situlah seorang penyiar radio yang hanya penyiar harian biasa (bukan penyiar program spesial) memilih resign dari pekerjaannya.
2. Tawaran menarik dari suatu perusahaan.
Menjadi penyiar radio tentu memiliki bakat seperti menjadi MC atau pembawa acara tertentu. Terkadang ada sebuah perusahaan seperti televisi contohnya melirik seorang penyiar yang cukup kondang ataupun penyiar itu sendiri yang memilih meninggalkan radio untuk bergabung dengan sebuah stasiun tv yang terkadang 2 pekerjaan tersebut bentrok dalam hal waktu bekerja sehingga harus memilih salah satu. Ada juga beberapa penyiar radio yang sambil kuliah sehingga sehabis dia menjadi sarjana dia harus meninggalkan pekerjaan sebagai penyiar radio dan menjadi apa yang sebenarnya dia cita-citakan atau bisa disebut penyiar radio hanya sebagai penunjang agar dapat menggapai cita-citanya. Kecuali dia ditawari sesuatu yang lebih di dalam stasiun radio tersebut, misal manajer.
3. Bosan
Dalam suatu pekerjaan wajar saja ada kebosanan terlebih memang dia tidak memiliki passion dan minat sebagai penyiar radio, dan menjadikan pekerjaan penyiar radio memang karena ingin sebuah penghasilan, mungkin saat itu bingung mencari sebuah pekerjaan dan ada info lowongan sebagai penyiar atau ada teman yang mengajak bergabung. Duduk dan berbicara sendiri di sebuah ruangan terkadang membuat orang-orang tertentu bosan, mungkin karena yang dilihat hanya mic, komputer dan audio mixer.
4. Pindah rumah/ tempat tinggal
Banyak penyiar radio suatu kota berasal dari kota lain. Mungkin dia seorang mahasiswa atau memang perantau, dan saat dia akan kembali ke kampung halaman dan tidak kembali lagi ke kota itu terpaksa dia harus meninggalkan pekerjaan tersebut. Terlebih di kota dimana ia tinggal tidak ada jaringan radio yang pernah menaungi nya atau memang tidak ada lowongan.
1. Kontrak
Suatu pekerjaan pasti ada suatu kontrak kerja entah itu bersifat tetap atau hanya sekedar lisan dan non permanen. Begitu juga dengan profesi penyiar atau broadcaster/CJ/DJ. Pada umumnya orang dikontrak untuk berkerja selama 1- 2 tahun dengan masa training 1-3 bulan dan HRD akan terus memantau bagaimana kinerja orang-orang tersebut, ketika bekerjanya sesuai harapan maka akan ada tawaran perpanjangan kontrak kepada pegawainya atau penyiar tersebut. Jika ada kesepakatan biasanya kontrak akan diperpanjang, apabila HRD merasa kurang puas pasti akan memutuskan kontrak dengan pegawainya. Atau ada penawaran perpanjangan kontrak namun tidak ada suatu kesepahaman atau salah satu karyawan atau penyiar menginginkan sesuatu yang lebih atau program khusus atau honor tambahan namun pihak HRD tidak menyetujuinya, maka sebagian dari mereka ada yang memilih resign dengan harapan ada challenges atau pekerjaan baru yang lebih menarik.
Meskipun ada halangan rintangan atu kendala menjadi seorang penyiar radio yang aku sebutin diatas, namun ada beberapa alasan kuat untuk tetap bertahan menjadi seorang penyiar radio.
Berikut alasannya :
1. Passion
Suatu minat dan keinginan yang besar akan mengalahkan segala sesuatu yang akan membatasi atau menghalangi keinginannya. Begitu pula sebuah passion terhadap dunia broadcasting yang ibarat kata sudah mendarah daging tak ingin lepas dari sebuah mic yang tersalur ke mesin transmitter dengan tower yang menjulang tinggi ke langit dengan harapan ribuan hingga jutaan pendengar mendengarkan suara khas kita yang cetar membahana kata Syahron, eh maaf Syahrini maksutnya. Maksut hati ingin menghibur para pendengar radio saling mengenal dan berinteraksi dua arah dan sesekali memberikan informasi tentang sekitar kita, dalam negeri dan manca negara. Terlebih teknologi saat ini yang memungkinkan interaksi dua arah lebih terkesan nyata dengan hadirnya Bigo Live bagi pengguna Android phone dan Iphone. Meski layanan telpon dan sms masih menjadi prioritas untuk berkirim salam atau request sebuah lagu yang diinginkan. We know semakin canggihnya teknologi saat ini kita dapat mendengar musik melalui streaming online maupun sharing dan download. Namun rasanya akan terasa berbeda jika kita request melalui sms/telp/bbm/wa/bigo kepada penyiar terlebih itu penyiar favorit atau sedikit memiliki rasa atau skedar fans. Itu dari sudut pendengar. Dari sudut penyiar dengan adanya interaksi langsung dari para pendengar maka akan memiliki semangat lebih dan akan memberikan ide percakapan siaran yang lebih kreatif. Suka memberi motivasi ataupun memang senang ngomong maka menjadi penyiar pun tidak akan mengalami kesukaran terlebih memiliki wawasan lebih terutama dibidang musik, olahraga, teknologi games, wisata hingga pengalaman hidup entah tentang asmara, pekerjaan maupun kehidupan budaya, pintar ngegombal dan memberi jokes yang membuat pendengar semakin tertarik. Semakin banyak pendengar dan apresiasinya maka akan semakin sukar meninggalkan dunia broadcasting. Soal passion tidak akan mengenal umur, seorang Valentino Rossi dengan passionnya di bidang balap motor membuatnya bertahan sampai di umur 38 tahun nya sekarang, tentu bukan umur yang muda lagi untuk sebuah ajang balap motor dunia yang rata-rata dibawah umur 30 tahun. Dan di usia senjanya untuk seorang atlit MotoGP memang tidak mudah untuk menyalurkan passionnya itu. Tentu akan lebih mudah jika passion kita di dunia broadcasting yang tidak harus pergi ke gym atau fitness centre untuk menunjang pekerjaan sebagai penyiar. Meskipun olahraga itu penting untuk menjaga agar badan tetap fit. Kalau kita sebagai peyiar tidak fit saat siaran pastinya akan tidak seenjoy dan sehappy
biasanya saat siaran meskipun pendengar hanya mendengar suara kita (bagi yang tidak melihat di Bigo Live / tidak menggunakan) ide kreatif untuk berbincang dengan pendengar juga tidak akan muncul dan terasa hambar. Sekali lagi passion akan membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih ringan untuk dikerjakan sehingga waktu akan terasa singkat ketika kita menjalaninya.
2. Terikat Kontrak dan Program Spesial.
Seorang penyiar yang terikat kontrak kerja pastinya memiliki alasan untuk tetap terus bekerja karena dirinya sadar telah membuat suatu keputusan untuk melakoni sebuah pekerjaan yang dinilai dia mampu dan memenuhi kriteria untuk melakukan pekerjaan tersebut. Entah didasari rasa penasaran atau ingin memperoleh banyak pengalaman kerja dan utamanya sebuah penghasilan. Terlebih jika seorang penyiar tersebut memiliki pendidikan dan pengalaman khusus entah di bidang ilmu pengetahuan maupun dari gaya dia melakukan siaran. Maka diambilah dia untuk sebuah program khusus yang akan menambah suatu nilai dari sebuah radio maupun jaringan radio. Program khusus tersebut biasanya akan disiarkan di berbagai radio yang masih satu jaringan. Contoh program acara di jaringan radio CPP, ManajemenCahaya Cinta yaitu program khusus seputar permasalahan cinta dimana para pendengarnya dapat memberikan sebuah pertanyaan tentang kehidupan dan percintaan melalui SMS dan WA. Acara ini dipandu oleh seorang penyiar bernama Aura dan narasumber Ustadz Iip Wijayanto. Lalu ada lagi acara Popo On The Radio yang dipandu oleh penyiar yang mendapat bakat dari Ayahnya yang juga pendiri CPP Radio Net, Popo Kusen memandu acara Popo OTR yang hadir sejak 2011 berisi tentang informasi yang ada di dalam dan luar negeri. Jika anda pendengar Popo OTR pasti tahu apa saja yang sering dibicarain, kalo nggak seputar teknologi, sports seperti sepak bola, basket, tenis, games, film dan penemuan-penemuan terbaru. Menariknya meski Popo Kusen anaknya bos, tetap ada kontrak di acara Popo OTR ini yakni selama 7 tahun, mungkin untuk tetap menjaga profesionalitas. Lalu ada Teddy PenjolShow atau disingkat TPS yang berisi pantun-pantun dari pendengar yang diolah sedemikian rupa oleh duo MC tersebut. Pastinya mereka tetap menjadi penyiar radio biasa yang siaran di acara selain diatas, kecuali Popo Kusenboleh dibilang dia penyiar khusus Popo OTR selain anak bos hehe. Pasti ada nilai lebih untuk para penyiar yang memiliki program khusus tersebut, pasti ada tunjangan khusus, dan itulah salah satu alasan yang membuat tetap bertahan menjadi seorang penyiar. Selain passion ada tunjangan lebih yang membuat hati gembira hehe.
Ø Note : Program Khusus lainnya di CPP Radio Net ada Permata Hati Radio yang dibawa Maya Hurley dan Mily Hilton, lalu ada RodaVaganza yang dibawakan oleh Andra, Greatest Memories oleh Aura Miranda dan Diko Mahendra, Wingko Babat hampir serupa dengan TPS dibawakan oleh Mbah Sumo dan Yoyon.
3. Penggemar dan Penunjang Bisnis
Tak dapat disangkal jika penyiar radio akan memiliki banyak penggemar apalagi doi dapat memberi hiburan nyata atau juga motivasi selain mungkin paras yang nice looking yang tak kalah dengan presenter televisi. Ada beberapa penyiar membuat fanspage pribadi di facebook maupun akun Instagram. Dengan semakin banyaknya followers terutama di Instagram membuat suatu perusahaan atau home industry mengendorse produknya untuk bisa ditampilkan di akun pribadinya yang tentu saja akan menambah penghasilan. Dan tak ayal saat ini para penyiar radio membuat ladang usahanya sendiri dengan bisnis online. Tentu dengan ketenaran sebagai penyiar radio maupun memang memiliki followers yang begitu banyak mungkin memang karena tahu dari radio atau memiliki paras cantik rupawan yang boleh dikatakan itu sebuah bonus dari Tuhan selain memiliki suara khas sebagai penyiar radio. Alhasil pendapatan dari radio didapat dan dari bisnis online pun terjangkau. Sebuah simbiosis mutualisme ditengah semakin majunya teknologi.
Meskipun kini zaman semakin maju banyak media elektronik visual entah itu handphone, televisi, hingga jaringan internet masuk hingga pelosok negeri, namun radio akan menjadi media yang selalu menyenangkan untuk didengar, maka dari itu stasiun radio akan tetap membutuhkan seorang penyiar radio yang mampu memberi semangat dan hiburan yang menyenangkan bagi pendengarnya. Ingatlah bahwa ada jasa penyebaran proklamasi kemerdekaan negeri ini berupa radio dimana saat itu kantor RRI sedang diduduki Jepang namun para pejuang mampu merebutnya dan mengumandangkan 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan NKRI.
Tetap semangat para penyiar radio di seluruh Indonesia, mari kita tebarkan ide kreatif membangun dan informasi positif kepada jutaan pendengar seluruh Indonesia.
Maaf jika ada salah-salah kata namanya juga masih amatiran. Sekian dari saya Fajar Agus.
Leave your comment "Balada Seorang Penyiar Radio"
Post a Comment